KA Argo Anggrek


8 September 2009

     Siang itu, saat saya sedang berkendara dengan sepeda motor dan melintas di viaduct Gubeng, dan tanpa dikomando saya pun menengok ke arah Stasiun Gubeng dan terpampanglah satu rangkaian kereta api yang cukup menggoda iman dan batin saya.. he3 dan mungkin juga bagi semua kalangan pecinta kereta api. Dimana pada saat itu merupakan saat dimana rangkaian KA Argo Bromo Anggrek telah selesai di retrofit dari pabrik asalnya yakni INKA Madiun dan akan menginap di BY Gubeng Surabaya. Dan seketika itu juga saya langsung membelokkan sepeda motor saya menuju halaman parkiran sepeda motor stasiun, tidak lain tidak bukan karena saya ingin melihat lebih dekat rangkaian baru ini.. :D

     Sesampainya di TKP, saya mengabadikan moment tersebut dengan kamera hape saya yang setengah jadul Sony Ericsson K800i yang hanya memiliki resolusi kamera 3,2 MP. KA Argo Bromo Anggrek retrofit terlihat sangat mewah tampak dari luar, namun meskipun saya sudah terpuaskan untuk memoto bagian eksteriornya, saya pun masih penasaran bagian interiornya karena saya ngga masuk ke dalam, hanya melihat dari luar sajaa.. Sayang sekali yaa... 

KA Argo Bromo Anggrek retrofit
(Dok : Pribadi)

     Sekilas tentang KA Argo Bromo Anggrek, 'The King of North Line' merupakan kereta api termewah dan tercepat yang dioperasikan oleh PT Kereta Api (persero) saat ini. Dengan kecepatan mencapai 100 km/jam, KA ini hanya membutuhkan waktu sekitar 9 jam untuk menempuh jarak 725 km. KA ini melayani perjalanan dari Stasiun Surabaya Pasar Turi hingga Stasiun Gambir Jakarta dan hanya berhenti di beberapa stasiun seperti Cirebon, Pekalongan, Semarang Tawang. Karena nomer perjalanan kereta ini pada urutan teratas, perjalan KA ini selalu diprioritaskan dibandingkan KA lainnya. Selama perjalanannya, KA ini menyusuri sisi utara pulau Jawa dan memiliki pemandangan alam yang sangat luar biasa.
Para penumpang juga mendapatkan hiburan siaran KATV yang menarik serta menghibur. 

     Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang beroperasi sejak 24 September 1997 sendiri merupakan produk derivatif dari KA Argo Bromo (JS-950) yang sudah dioperasikan sejak 31 Juli 1995 silam. Nama Argo memiliki arti gunung dalam bahasa Jawa dan nama Bromo diambil dari salah satu nama gunung di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Sedangkan nama Anggrek sendiri dipakai sebagai penanda derivatif merk dari KA sebelumnya.



KA Argo Bromo Anggrek melintas di Stasiun Kandangan
(Dok : Pribadi)








Post a Comment
copyright dikamedia | 2016. Theme images by diane555. Powered by Blogger.