Argo Wilis

21 Januari 2012

Hari tersebut merupakan dimana seluruh pecinta kereta api lintas komunitas yang berada di wilayah Jawa Timur mengadakan pertemuan di Stasiun Tarik Kabupaten Sidoarjo guna membahas langkah-langkah yang harus ditaati dan dipatuhi oleh seluruh railfans yang berada di wilayah Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut banyak dipaparkan mengenai perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi perkeretaapian Indonesia dan juga menyamakan persepsi bagi seluruh railfans yang akan melakukan kegiatan railfaning baik individu maupun berkelompok. Hal tersebut perlu dilakukan guna menjaga citra railfans Jawa Timur tetap baik di mata seluruh stakeholder PT KAI dan yang berkepentingan di dunia kereta api.

Situasi saat berkumpul
(Dok : Pribadi)


Kawan-kawan railfans Jatim
(Dok : Pribadi)

Kawan-kawan railfans Jatim
(Dok : Pribadi)

Seorang kawan railfans Jatim sedang berburu obyek  foto
(Dok : Pribadi)


Di sela-sela kegiatan tersebut, tidak lupa kami mengabadikan beberapa moment kereta api yang melewati di Stasiun Tarik Kab. Sidoarjo. Salah satunya ialah KA Argo Wilis yang melintasi sekitar pukul delapan pagi dari arah Surabaya dengan tujuan akhir Stasiun Bandung.


KA Argo Wilis melintas Stasiun Tarik
(Dok : Pribadi)




Sekilas mengenai KA Argo Wilis.
Kereta ini merupakan salah satu kereta berkelas Argo yang tidak melayani tujuan Kota Jakarta. Ya, karena kereta ini melayani koridor Surabaya hingga Bandung yang berjarak sekitar 699 km melalui beberapa kota besar yakni Kota Madiun, Solo dan Yogyakarta. Perjalanan ditempuh sekitar 13 jam melewati dataran rendah hingga dataran tinggi. Perjalanan dilakukan pada pagi hari, sehingga kita bisa melihat pemandangan alam Parahyangan yang tiada duanya. Kereta api ini diresmikan pertama kali pada tanggal 8 November 1998. Nama brand Argo dipakai sebagai tanda layanan eksekutif tertinggi, sedangkan kata Wilis diambil dari nama Gunung Wilis yang berada di daerah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

sedikit video perjalanan KA Argo Wilis :



Salan Sasaji
N 5454 JI
Post a Comment
copyright dikamedia | 2016. Theme images by diane555. Powered by Blogger.